Inspirational journeys

Follow the stories of academics and their research expeditions

​3 Tahap Penting dalam Alur Pembuatan Prototype

Adelia Fitra

Tue, 03 Feb 2026

​3 Tahap Penting dalam Alur Pembuatan Prototype

3 Tahap Alur Pembuatan Prototype untuk Inovasi yang Tepat Sasaran

​Dalam metodologi Design Thinking, ide sehebat apa pun tidak akan memiliki nilai nyata tanpa eksekusi yang bisa diuji. Salah satu tahap paling krusial untuk memvalidasi ide tersebut adalah melalui Prototype. Namun, banyak inovator pemula terjebak hanya pada estetika. Padahal, membuat prototype bukan sekadar soal desain, melainkan tentang mengikuti alur yang sistematis agar kita tidak membuang waktu dan biaya.

​Berikut adalah eksplorasi mendalam mengenai 3 langkah utama dalam pembuatan prototype yang efektif:

​1. StoryBoard: Membangun Konteks dan Narasi Pengguna

​Langkah pertama dimulai dengan Storyboard. Banyak yang melewatkan tahap ini, padahal tujuan utama dari pembuatan storyboard adalah untuk mendapatkan konteks yang jelas dari ide yang diajukan. Tanpa konteks, Anda hanya membuat fitur, bukan solusi.

​Cara mengeksekusi Storyboard yang kuat:

​Berikan Gambar Visual: Jangan khawatir soal kemampuan menggambar; gunakan sketsa sederhana atau ilustrasi untuk menggambarkan alur penggunaan produk dari perspektif pengguna.

​Tambahkan Keterangan Aksi: Gambar saja tidak cukup; sertakan penjelasan aksi di bawah setiap gambar agar narasi mudah dipahami oleh seluruh tim.

​Komponen Cerita yang Utuh: Storyboard yang efektif harus mencakup Pemicu (apa masalah awal yang membuat user butuh solusi Anda) hingga Kondisi Akhir (bagaimana perasaan user setelah masalah berhasil diselesaikan).

​2. WireFrame: Membangun Arsitektur dan Cetak Biru Solusi

​Setelah narasinya jelas, tahap berikutnya adalah masuk ke aspek struktural yang disebut WireFrame. Jika storyboard adalah skenarionya, maka wireframe adalah denah bangunannya.

​Pada tahap ini, Anda harus fokus sepenuhnya pada Fungsionalitas dan Tata Letak sebelum memikirkan detail visual.

​Mengapa Penting? Wireframe memastikan logika sistem Anda sudah benar sebelum desain visual dikerjakan.

​Tools Rekomendasi: * Balsamiq: Bagus untuk membuat wireframe yang terlihat seperti sketsa tangan agar fokus tetap pada fungsi.

​Whimsical: Sangat cepat untuk membuat flowchart dan kerangka dasar secara kolaboratif.

​3. Prototype: Menciptakan Simulasi Interaktif yang "Hidup"

​Tahap akhir adalah mewujudkan kerangka kasar tadi menjadi Prototype yang bisa diuji secara interaktif. Prinsip utama yang harus dipegang pada tahap ini adalah:

​"Sebisa mungkin, buatlah prototype yang dapat dirasakan oleh user."

​Mengapa pengalaman yang dapat "dirasakan" ini sangat penting?

​Feedback yang Jujur: Pengguna seringkali sulit memberikan kritik pada gambar diam; dengan simulasi interaktif, mereka bisa memberikan umpan balik yang jujur setelah merasakan langsung solusinya.

​Validasi Asumsi: Anda bisa melihat secara langsung di mana pengguna merasa bingung, sehingga perbaikan bisa dilakukan sebelum masuk ke tahap produksi yang mahal.

​Tools Rekomendasi:

​Figma: Standar industri saat ini untuk membuat prototype digital yang sangat mirip dengan aplikasi asli.

​Marvel App: Sangat mudah digunakan untuk mengubah sketsa kertas (Lo-Fi) menjadi prototype yang bisa diklik lewat HP.

​Kesimpulan: Teruslah Melakukan Iterasi

​Alur dari StoryBoard, WireFrame, hingga Prototype adalah panduan untuk memastikan inovasi Anda tidak hanya keren di atas kertas, tetapi juga tepat sasaran di dunia nyata. Ingatlah bahwa prototype adalah alat belajar. Jangan takut untuk mencoba, gagal, dan memperbaiki setiap tahapannya.

​Yuk, bagikan konten ini ke rekan tim kamu supaya makin banyak yang berani mengeksekusi ide jadi nyata lewat Prototype yang efektif!

0 Comments

Leave a comment