Inspirational journeys

Follow the stories of academics and their research expeditions

Dari Empati ke Nilai: Design Thinking dalam Merancang Solusi

Marsya Elvita

Tue, 03 Feb 2026

Dari Empati ke Nilai: Design Thinking dalam Merancang Solusi

Contoh Penerapan Design Thinking, Empathy Maps, dan Value Proposition Canvas

Studi Kasus: Sistem Peminjaman Ruang Berbasis Web


1. Design Thinking (Gambaran Proses)

Empathize

Pengguna sering mengalami kesulitan saat meminjam ruang karena informasi jadwal tidak jelas dan prosesnya manual.

Define

Masalah utama:

Pengguna membutuhkan sistem peminjaman ruang yang cepat, jelas, dan bisa diakses kapan saja.

Ideate

Ide solusi:

  • Sistem peminjaman ruang berbasis web

  • Informasi jadwal real-time

  • Proses pengajuan dan persetujuan online

Prototype

Membuat tampilan sederhana:

  • Halaman daftar ruang

  • Kalender jadwal penggunaan

  • Form peminjaman online

Test

Pengguna mencoba sistem dan memberikan masukan terkait kemudahan penggunaan dan kejelasan informasi.


2. Empathy Maps (Pengguna: Pemohon Ruang)

Says

“Saya butuh tahu ruang mana yang kosong tanpa harus tanya ke banyak orang.”

Thinks

“Kalau salah jadwal, bisa bentrok dan bikin proses jadi lama.”

Feels

Merasa bingung dan khawatir pengajuan ditolak karena jadwal tidak jelas.

Does

Mengecek informasi secara manual dan menghubungi pihak terkait satu per satu.


3. Value Proposition Canvas

Customer Profile

Customer Jobs

  • Mengajukan peminjaman ruang

  • Mengecek ketersediaan ruang

  • Memastikan jadwal tidak bentrok

Pains

  • Informasi jadwal tidak terpusat

  • Proses pengajuan lama

  • Risiko bentrok penggunaan ruang

Gains

  • Informasi jadwal yang jelas

  • Proses pengajuan cepat

  • Kepastian penggunaan ruang


Value Map

Products & Services

  • Website peminjaman ruang

  • Kalender jadwal real-time

  • Form pengajuan online

Pain Relievers

  • Jadwal terpusat mengurangi kebingungan

  • Sistem otomatis mempercepat proses

  • Notifikasi mengurangi risiko bentrok

Gain Creators

  • Akses kapan saja melalui web

  • Tampilan sederhana dan mudah dipahami

  • Proses peminjaman lebih transparan


4. Kesesuaian Nilai (Fit)

  • Kalender real-time menjawab kebutuhan pengecekan jadwal

  • Form online mengurangi proses manual

  • Notifikasi meningkatkan kepastian dan efisiensi

Solusi dinilai relevan karena langsung menjawab masalah utama pengguna.


Kesimpulan

Pada studi kasus ini:

  • Design Thinking digunakan sebagai alur penyelesaian masalah

  • Empathy Maps membantu memahami kondisi dan perasaan pengguna

  • Value Proposition Canvas memastikan solusi memiliki nilai yang jelas

Ketiga konsep ini bekerja bersama untuk menghasilkan solusi yang tepat, terarah, dan berorientasi pada kebutuhan nyata pengguna.


0 Comments

Leave a comment